Manufaktur saat ini sangat berbeda dibandingkan 20 tahun lalu. Saat ini jarang terjadi proses produksi yang memakan waktu berbulan-bulan untuk menghasilkan komponen yang sama di jalur produksi. Kini, aliran pesanan bersifat konstan dan proses produksi jauh lebih beragam. Suatu hari, pekerjaan mungkin berupa sejumlah braket presisi dalam satu lot. Hari berikutnya, bisa jadi berupa rangkaian rumah plastik (plastic housings), dan hari setelahnya, seperangkat komponen khusus untuk sebuah prototipe. Keragaman yang terus-menerus inilah yang didefinisikan sebagai produksi high mix low volume (campuran tinggi-volume rendah), serta menimbulkan serangkaian tantangan unik dalam inspeksi kualitas.
Alat pengukur tradisional generasi lama didesain berdasarkan prinsip pengulangan (repeatability). Alat-alat tersebut sangat efektif untuk tugas-tugas berulang, yaitu mengukur hal yang sama secara terus-menerus. Namun, keragaman justru merupakan kebalikan dari pengulangan. Ketika setiap pekerjaan berbeda, Anda memerlukan alat pengukur yang dirancang untuk adaptasi cepat dan tidak memberatkan Anda ketika beralih dari satu jenis komponen ke komponen lainnya. Di sinilah VMM—atau video measuring machine—unggul.
Masalah pengukuran di lingkungan dengan variasi tinggi
Dimulai dari lingkungan dengan variasi tinggi dan volume rendah, kita melihat kenyataan di lantai produksi. Operator terus-menerus harus mengganti tugas saat menangani komponen-komponen berbeda. Setiap komponen memiliki bentuk unik, fitur kritis, serta persyaratan inspeksi tersendiri. Dengan alat manual seperti jangka sorong dan mikrometer, setiap komponen baru menjadi pengalaman belajar yang baru pula. Mereka harus mempelajari di mana harus mengukur, cara memegang komponen, serta cara mendokumentasikan data. Bayangkan harus melakukan hal ini untuk sepuluh hingga dua puluh pekerjaan berbeda dalam seminggu. Ini merupakan pemborosan waktu yang sangat besar dan tidak efisien.
CMM, atau Mesin Pengukur Koordinat, sangat presisi, tetapi juga memiliki kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Hampir setiap komponen baru memerlukan perlengkapan khusus yang harus dibuat untuk menahan komponen tersebut. Selain itu, proses ini juga memerlukan waktu untuk pemrograman komponen. Untuk jumlah komponen dalam batch kecil, waktu persiapan kemungkinan besar akan melebihi waktu yang dihabiskan untuk pemeriksaan komponen. Dan mengingat beragamnya pekerjaan yang Anda lakukan sepanjang bulan, metode ini tidaklah sangat berkelanjutan.
Di industri ini, produsen menghargai alat pengukur yang tidak memerlukan overhead dalam proses penyiapannya. Mereka ingin dapat beralih dari satu tugas ke tugas lain tanpa menghabiskan berjam-jam untuk menyiapkan jig, perlengkapan penahan (fixturing), dan pemrograman. Mesin pengukur video merevolusi proses ini.
Tunggu lebih sedikit, ukur lebih banyak
Mesin Pengukur Video (VMM) memiliki keunggulan lebih besar dibandingkan CMM (mesin pengukur terkomputerisasi) karena tidak memerlukan perlengkapan fisik. CMM tradisional berbasis probe sentuh harus mengetahui secara pasti posisi komponen di ruang tiga dimensi. Hal ini biasanya berarti komponen harus dikencangkan secara kuat atau ditempatkan dalam dudukan khusus (custom holder). Dalam produksi skala kecil, waktu yang dihabiskan untuk merancang dan membuat dudukan tersebut justru bisa lebih lama daripada proses inspeksi itu sendiri.
Cara kerja VMM berbeda. VMM menggunakan pendekatan pengukuran optik (OM). Anda cukup meletakkan komponen di atas meja pengukuran (stage). Ketika kamera menangkap gambar komponen, perangkat lunak secara otomatis mendeteksi posisi komponen tersebut. Anda tidak perlu menjepitnya atau membuat dudukan khusus. Hanya itu saja: letakkan komponen, lalu ukur. Fleksibilitas semacam ini—yaitu kemampuan mengukur komponen tanpa persiapan tambahan—menghemat banyak waktu. Bahkan, hal ini mengurangi kemacetan (bottleneck) pada proses inspeksi dan menyelaraskannya dengan alur produksi.
Pemrograman cepat untuk komponen yang berubah
Tantangan tambahan untuk produksi dengan variasi tinggi adalah pemrograman. Untuk CMM konvensional, membuat program rutinitas pengukuran untuk suatu komponen baru merupakan suatu seni tersendiri. Anda harus menetapkan sistem koordinat, menentukan lokasi penyentuhan (probing), serta mendefinisikan rutinitas pengukuran. Untuk sebuah komponen yang akan diproduksi hanya sepuluh kali, proses pemrogramannya terasa berlebihan.
Mesin pengukur berbasis video menghilangkan upaya ini. Perangkat lunaknya dirancang agar mudah digunakan. Pengguna dapat membuat rutinitas pengukuran hanya dalam beberapa klik di atas fitur-fitur komponen. Perangkat lunak ini juga dilengkapi fungsi pengukuran otomatis untuk bentuk geometri dasar, sehingga komponen baru dengan geometri kompleks dapat diperiksa secara cepat tanpa perlu usaha pemrograman manual. Pengguna perangkat lunak fokus pada proses pengukuran, bukan pada pemrograman perangkat lunak itu sendiri.
Menghadapi berbagai ukuran komponen
Dalam manufaktur dengan variasi tinggi (high mix), sulit memprediksi komponen berikutnya yang akan diproduksi. Komponen tersebut bisa berupa bagian kecil, misalnya konektor yang dapat dipegang di antara jari-jari, atau bisa pula berupa bagian besar, misalnya rumah (housing) yang panjangnya beberapa inci. Alat pengukur yang baik mampu mengatasi kedua ekstrem tersebut sekaligus tetap menjaga akurasi.
Mesin pengukur video (Video Measuring Machines/VMM) dirancang dengan fleksibilitas ini dalam pikiran. Mesin-mesin ini dilengkapi meja ukur yang dapat menampung berbagai ukuran komponen. Sistem optik zoom-nya memungkinkan pengguna melihat detail-detail kecil secara jelas maupun fitur-fitur besar. Beberapa di antaranya bahkan memiliki sistem pembesaran ganda dengan cakupan luas dan resolusi tinggi dalam satu konfigurasi. Artinya, pengguna tidak perlu memiliki mesin terpisah untuk komponen kecil dan besar; satu unit VMM sudah mampu menangani keduanya. Bagi bengkel yang menangani banyak variasi komponen, ini merupakan keuntungan praktis.
Presisi andal tanpa kebutuhan kalibrasi ulang yang konstan
Terlepas dari alat ukur yang digunakan dan teknik pengukuran yang diterapkan, keakuratan tetap menjadi faktor yang paling penting. Dalam lingkungan produksi dengan variasi tinggi (high mix), komponen yang akan diukur dapat terdiri dari berbagai jenis material yang berbeda dan bervariasi, misalnya logam, plastik, dan karet. Masing-masing material tersebut memiliki interaksi unik dengan alat ukur. Probe sentuh dapat menyebabkan deformasi pada material karet, sedangkan pengukuran manual dipengaruhi oleh tingkat keahlian dan kelelahan operator.
Pengukuran dengan Perbesaran tidak menyentuh komponen sama sekali, melainkan mengukur menggunakan cahaya dan kamera beresolusi tinggi. Artinya, hasilnya konsisten—baik untuk baja keras maupun plastik lunak. Tidak ada lendutan probe, tidak ada lendutan material, dan tidak ada variasi akibat operator. Setelah kalibrasi mesin dilakukan, akurasi tersebut tetap terjaga karena variasi yang dihasilkan oleh komponen lunak maupun keras praktis dihilangkan. Konsistensi semacam ini sangat penting ketika Anda memproduksi komponen untuk industri yang menuntut tinggi, seperti dirgantara, otomotif, atau perangkat medis. Hal ini membangun kepercayaan terhadap data kualitas Anda.
Di lantai produksi, pengukuran dengan perbesaran—contoh penerapan praktis.
Nilainya tidak hanya teoretis, tetapi juga praktis di tangan pengguna. Salah satu pelanggan menyatakan bahwa produk ini mengubah mesin pengendali kualitas mereka. Mereka mengatakan bahwa produk ini membantu memangkas waktu inspeksi hingga 40 persen, sementara presisi tetap tinggi. Pelanggan lain menyatakan bahwa mesin ini bekerja dengan baik baik untuk komponen kecil maupun benda kerja besar, tanpa mengorbankan akurasi. Kemampuan high mix yang tinggi inilah yang selama ini mereka cari.
Pemilik bengkel akan memberi tahu Anda bahwa waktu merupakan sumber daya paling kritis dalam bisnis mereka. Segala hal yang meminimalkan waktu setup, menyederhanakan pemrograman, serta memberikan hasil yang konsisten dan andal memiliki nilai tak ternilai. Inilah alasan utama mengapa pemilik bengkel beralih ke teknologi pengukuran berbasis video.
Dirancang untuk keserbagunaan.
Fleksibilitas merupakan hal mendasar dalam teknologi pengukuran berbasis video, dan itulah yang membuatnya sangat berguna. Desainnya memungkinkan Anda tidak perlu menjalankan jutaan iterasi terhadap sampel yang sama. Anda tidak perlu menghabiskan waktu berlebihan untuk pemrograman, dan juga tidak perlu membuat alat bantu khusus (jig) secara manual untuk setiap tugas. Anda cukup menempatkan sampel, melakukan pengukuran, lalu beralih ke sampel berikutnya. Kesederhanaan yang tampak menipu ini merupakan hasil rekayasa optik canggih dan perangkat lunak cerdas yang mampu menangani sebagian besar tugas membosankan.
Bagi perusahaan yang memproduksi dalam skema high-mix low-volume (campuran tinggi-volume rendah), fleksibilitas bukanlah fitur tambahan yang menguntungkan—melainkan suatu kebutuhan mendasar. Fleksibilitas memungkinkan mereka menerima beragam jenis pekerjaan, merespons perubahan permintaan pelanggan, serta menjaga konsistensi kualitas.
Kesimpulan
Tren menuju produksi dengan variasi tinggi dan volume rendah tidak akan hilang. Bahkan, tren ini kini menjadi standar dalam manufaktur. Bengkel-bengkel yang berkembang dalam lingkungan seperti ini adalah yang berinvestasi pada solusi yang dapat disesuaikan. Mesin pengukur berbasis video merupakan contoh utama. Mesin ini menghilangkan kebutuhan akan perlengkapan (fixturing) yang memakan waktu. Pengoperasiannya mudah diprogram. Mesin ini mampu menampung komponen dalam segala ukuran. Terakhir, mesin ini andal. Mesin ini memberikan tingkat akurasi yang sama pada berbagai jenis bahan, bahkan pada komponen dengan geometri yang berbeda-beda.
Bagi operasi manufaktur modern, fungsi mesin pengukur berbasis video (VMM) jauh melampaui sekadar alat pengukur. VMM merupakan sistem yang fleksibel yang menjaga standar kualitas Anda serta memungkinkan transisi tanpa hambatan antar pekerjaan. Oleh karena itu, VMM sangat direkomendasikan untuk pekerjaan dengan variasi tinggi dan volume rendah.
Daftar Isi
- Masalah pengukuran di lingkungan dengan variasi tinggi
- Tunggu lebih sedikit, ukur lebih banyak
- Pemrograman cepat untuk komponen yang berubah
- Menghadapi berbagai ukuran komponen
- Presisi andal tanpa kebutuhan kalibrasi ulang yang konstan
- Di lantai produksi, pengukuran dengan perbesaran—contoh penerapan praktis.
- Dirancang untuk keserbagunaan.
- Kesimpulan